UPDATE

Banjir Melanda Lombok Barat, Ribuan Warga Terdampak

Masyarakat diimbau waspada terhadap intensitas hujan meningkat.
Bencana banjir melanda Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Senin, 10 Februari 2025. Curah hujan yang tinggi menyebabkan banjir dengan ketinggian air mencapai 70 sentimeter di beberapa titik.
 
Ilustrasi banjir. Foto: pixabay/@j_lloa

LOMBOK BARAT - Sejumlah desa terdampak telah dijadikan lokasi pengungsian, di antaranya Kuranji Dalang, Kuranji, Bajur, Perampuan, Karang Bongkot, dan Telaga Waru. Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Lombok Barat bersama perangkat desa setempat terus melakukan pendataan warga terdampak serta kebutuhan logistik. Evakuasi warga, terutama kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak, dilakukan ke daerah yang lebih aman.

Wilayah terdampak meliputi tiga kecamatan, yaitu Labuapi, Gerung, dan Kediri. Di Kecamatan Labuapi, banjir merendam Desa Perampuan, Kuranji, Kuranji Dalang, Karang Bongkot, Bajur, dan Telaga Waru.

Sementara itu, di Kecamatan Gerung, Desa Taman Ayu Dusun Jeranjang turut terkena dampak. Di Kecamatan Kediri, banjir melanda Desa Jagaraga Indah, Banyumulek, dan Kediri Selatan.

Berdasarkan laporan terbaru, sebanyak 1.500 kepala keluarga (KK) terdampak banjir, sementara jumlah pengungsi masih dalam proses pendataan. Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka akibat bencana ini.

Untuk membantu warga terdampak, dapur umum didirikan di Kantor Kecamatan Labuapi sejak 10 Februari 2025. Dapur ini mampu memproduksi 3.000 bungkus makanan per hari untuk makan siang dan malam.

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat juga telah menetapkan status tanggap darurat selama 30 hari, dari 15 Januari hingga 13 Februari 2025.

Hingga kini, banjir masih menggenangi beberapa permukiman. Namun, berbagai pihak seperti Kemensos, Dinas Sosial Provinsi NTB, Dinas Sosial Kabupaten Lombok Barat, Tagana, TNI-Polri, serta instansi terkait lainnya terus berupaya memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya peluang curah hujan lebih dari 50 milimeter di sebagian wilayah Nusa Tenggara Barat dengan probabilitas 40-90 persen pada 11-20 Februari 2025.

Bahkan, ada potensi curah hujan lebih dari 100 milimeter per dasarian dengan probabilitas 10-60 persen di beberapa daerah.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan meningkatnya intensitas hujan yang dapat memperparah kondisi banjir.