Lonjakan Pemudik di Terminal Banda Aceh, Keberangkatan Meningkat Tajam
Pihak terminal juga terus memantau arus mudik dan siap menambah armada jika diperlukan.
Terminal Tipe A Banda Aceh mulai dipadati pemudik antar kota antar provinsi (AKAP). Kepala Terminal, Amir Hamzah, S.Sos, menyebutkan bahwa peningkatan jumlah penumpang sudah terlihat sejak Sabtu malam, 22 Maret 2025.
BANDA ACEH - "Mulai ada peningkatan lonjakan pemudik di Terminal Tipe A Banda Aceh," ujar Amir.
Data terbaru menunjukkan lonjakan signifikan dalam jumlah keberangkatan dibandingkan hari-hari sebelumnya. Berikut laporan per 22 Maret 2025.
- Jumlah bus berangkat 27 unit
- Jumlah penumpang berangkat 786 orang
- Jumlah seat tersedia 848 seat
- Load factor keberangkatan 92%
Sementara itu, jumlah kedatangan masih lebih rendah.
- Jumlah bus datang 27 unit
- Jumlah penumpang datang 207 orang
- Jumlah seat tersedia 848 seat
- Load factor kedatangan 24%
Dibandingkan data sebelumnya, peningkatan jumlah pemudik yang berangkat dari Banda Aceh sangat signifikan. Pada 21 Maret 2025, load factor keberangkatan masih di angka 83%, lalu meningkat menjadi 72% pada 20 Maret, dan hanya 44% pada 19 Maret.
Dalam tiga hari terakhir, jumlah pemudik hampir dua kali lipat dibandingkan awal pekan.
Untuk mengantisipasi lonjakan ini, pihak terminal telah menyediakan berbagai fasilitas tambahan, termasuk posko mudik dan layanan kesehatan bagi pemudik.
"Ada, di terminal," kata Amir singkat melalui pesan WhatsApp saat dikonfirmasi mengenai posko mudik dan layanan kesehatan.
Untuk memastikan kenyamanan pemudik, jumlah armada juga ditambah.
"Jumlah penambahan armada dari biasa 23 unit menjadi 27 unit bus," ujar Amir.
Penambahan ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan serta memastikan pemudik bisa pulang ke kampung halaman dengan lebih nyaman.
Menurut Amir, lonjakan pemudik ini disebabkan oleh libur panjang menjelang Hari Raya Idul Fitri.
"Banyak masyarakat memilih pulang lebih awal guna menghindari kepadatan di puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi beberapa hari ke depan," jelasnya.
Antusiasme masyarakat untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman terlihat dari tingginya load factor keberangkatan yang telah mencapai 92%.
Jika tren ini berlanjut, tidak menutup kemungkinan load factor akan menyentuh 100% dalam beberapa hari ke depan.
Untuk menghindari kepadatan berlebih, pemudik disarankan merencanakan perjalanan lebih awal serta memastikan ketersediaan tiket. Pihak terminal juga terus memantau arus mudik dan siap menambah armada jika diperlukan.
![]() |
Terminal Tipe A Banda Aceh mulai dipadati pemudik antar kota antar provinsi (AKAP). Foto: Ist |
BANDA ACEH - "Mulai ada peningkatan lonjakan pemudik di Terminal Tipe A Banda Aceh," ujar Amir.
Data terbaru menunjukkan lonjakan signifikan dalam jumlah keberangkatan dibandingkan hari-hari sebelumnya. Berikut laporan per 22 Maret 2025.
- Jumlah bus berangkat 27 unit
- Jumlah penumpang berangkat 786 orang
- Jumlah seat tersedia 848 seat
- Load factor keberangkatan 92%
Sementara itu, jumlah kedatangan masih lebih rendah.
- Jumlah bus datang 27 unit
- Jumlah penumpang datang 207 orang
- Jumlah seat tersedia 848 seat
- Load factor kedatangan 24%
Dibandingkan data sebelumnya, peningkatan jumlah pemudik yang berangkat dari Banda Aceh sangat signifikan. Pada 21 Maret 2025, load factor keberangkatan masih di angka 83%, lalu meningkat menjadi 72% pada 20 Maret, dan hanya 44% pada 19 Maret.
Dalam tiga hari terakhir, jumlah pemudik hampir dua kali lipat dibandingkan awal pekan.
Untuk mengantisipasi lonjakan ini, pihak terminal telah menyediakan berbagai fasilitas tambahan, termasuk posko mudik dan layanan kesehatan bagi pemudik.
"Ada, di terminal," kata Amir singkat melalui pesan WhatsApp saat dikonfirmasi mengenai posko mudik dan layanan kesehatan.
Untuk memastikan kenyamanan pemudik, jumlah armada juga ditambah.
"Jumlah penambahan armada dari biasa 23 unit menjadi 27 unit bus," ujar Amir.
Penambahan ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan serta memastikan pemudik bisa pulang ke kampung halaman dengan lebih nyaman.
Menurut Amir, lonjakan pemudik ini disebabkan oleh libur panjang menjelang Hari Raya Idul Fitri.
"Banyak masyarakat memilih pulang lebih awal guna menghindari kepadatan di puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi beberapa hari ke depan," jelasnya.
Antusiasme masyarakat untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman terlihat dari tingginya load factor keberangkatan yang telah mencapai 92%.
Jika tren ini berlanjut, tidak menutup kemungkinan load factor akan menyentuh 100% dalam beberapa hari ke depan.
Untuk menghindari kepadatan berlebih, pemudik disarankan merencanakan perjalanan lebih awal serta memastikan ketersediaan tiket. Pihak terminal juga terus memantau arus mudik dan siap menambah armada jika diperlukan.
Posting Komentar