TPI Ujoeng Serangga Sesak, Warga Abdya Berburu Ikan Segar untuk Meugang Idulfitri 1446 H
Antusiasme tinggi, Meugang tetap dinanti jelang Idulfitri, pererat kebersamaan dan kearifan lokal.
Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujoeng Serangga, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), dipadati pengunjung sejak pagi, Sabtu (29/3). Ribuan warga datang untuk membeli ikan segar sebagai persiapan tradisi Meugang menjelang Idulfitri 1446 H.
SUSOH - Sejak pagi, aktivitas di TPI semakin ramai. Para nelayan baru saja kembali dari laut dengan hasil tangkapan yang melimpah, termasuk ikan tuna, tongkol, dan berbagai jenis ikan karang. Pembeli langsung menyerbu lapak-lapak penjual yang berjejer di sekitar pelelangan. Suasana semakin riuh dengan tawar-menawar harga antara pembeli dan pedagang.
"Hari ini memang lebih ramai dari biasanya karena tradisi Meugang. Kami menjual ikan lebih banyak dari hari biasa," kata Rahmat, seorang pedagang ikan di TPI Ujoeng Serangga.
Harga ikan pada hari Meugang biasanya lebih tinggi dari hari biasa. Ikan tongkol ukuran sedang dijual seharga Rp40 ribu per kilogram, sementara ikan tuna segar bisa mencapai Rp80 ribu per kilogram. Meski harga meningkat, warga tetap antusias membeli ikan untuk disantap bersama keluarga sebelum Idulfitri.
Selain ikan segar, pasar juga dipenuhi pedagang rempah-rempah dan bahan masakan lainnya, seperti cabai merah yang menyala, tomat segar, bawang merah, serta aneka bumbu dapur khas Aceh. Kehadiran rempah-rempah ini semakin melengkapi persiapan Meugang, karena masakan khas Aceh tak lepas dari bumbu yang kaya rasa.
Meugang sendiri merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Aceh, di mana setiap keluarga menyajikan hidangan istimewa dengan daging sapi, ayam, atau ikan sebagai menu utama. Momen ini bukan sekadar soal makanan, tetapi juga simbol kebersamaan dan berbagi rezeki dengan sesama.
"Setiap tahun, kami selalu membeli ikan di sini untuk Meugang. Tradisi ini sudah turun-temurun, dan rasanya kurang lengkap kalau tidak ada hidangan ikan atau daging sebelum Lebaran," ujar Fitri, seorang pembeli dari Kecamatan Blangpidie.
Keramaian di TPI Ujoeng Serangga diperkirakan berlangsung hingga siang hari. Warga yang datang dari berbagai daerah di Abdya memanfaatkan momen ini untuk mendapatkan ikan segar terbaik sebagai bagian dari perayaan Meugang.
Meski padat, suasana tetap kondusif, dan para pedagang serta pembeli bertransaksi dengan tertib.
Nah, dengan tingginya antusiasme warga, tradisi Meugang terus menjadi momen yang dinanti-nanti menjelang Idulfitri, menguatkan kebersamaan dan kearifan lokal masyarakat Aceh.
![]() |
Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujoeng Serangga, Kecamatan Susoh, Abdya. Foto: Ist |
SUSOH - Sejak pagi, aktivitas di TPI semakin ramai. Para nelayan baru saja kembali dari laut dengan hasil tangkapan yang melimpah, termasuk ikan tuna, tongkol, dan berbagai jenis ikan karang. Pembeli langsung menyerbu lapak-lapak penjual yang berjejer di sekitar pelelangan. Suasana semakin riuh dengan tawar-menawar harga antara pembeli dan pedagang.
"Hari ini memang lebih ramai dari biasanya karena tradisi Meugang. Kami menjual ikan lebih banyak dari hari biasa," kata Rahmat, seorang pedagang ikan di TPI Ujoeng Serangga.
Harga ikan pada hari Meugang biasanya lebih tinggi dari hari biasa. Ikan tongkol ukuran sedang dijual seharga Rp40 ribu per kilogram, sementara ikan tuna segar bisa mencapai Rp80 ribu per kilogram. Meski harga meningkat, warga tetap antusias membeli ikan untuk disantap bersama keluarga sebelum Idulfitri.
Selain ikan segar, pasar juga dipenuhi pedagang rempah-rempah dan bahan masakan lainnya, seperti cabai merah yang menyala, tomat segar, bawang merah, serta aneka bumbu dapur khas Aceh. Kehadiran rempah-rempah ini semakin melengkapi persiapan Meugang, karena masakan khas Aceh tak lepas dari bumbu yang kaya rasa.
Meugang sendiri merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Aceh, di mana setiap keluarga menyajikan hidangan istimewa dengan daging sapi, ayam, atau ikan sebagai menu utama. Momen ini bukan sekadar soal makanan, tetapi juga simbol kebersamaan dan berbagi rezeki dengan sesama.
"Setiap tahun, kami selalu membeli ikan di sini untuk Meugang. Tradisi ini sudah turun-temurun, dan rasanya kurang lengkap kalau tidak ada hidangan ikan atau daging sebelum Lebaran," ujar Fitri, seorang pembeli dari Kecamatan Blangpidie.
Keramaian di TPI Ujoeng Serangga diperkirakan berlangsung hingga siang hari. Warga yang datang dari berbagai daerah di Abdya memanfaatkan momen ini untuk mendapatkan ikan segar terbaik sebagai bagian dari perayaan Meugang.
Meski padat, suasana tetap kondusif, dan para pedagang serta pembeli bertransaksi dengan tertib.
Nah, dengan tingginya antusiasme warga, tradisi Meugang terus menjadi momen yang dinanti-nanti menjelang Idulfitri, menguatkan kebersamaan dan kearifan lokal masyarakat Aceh.
Posting Komentar